Tampilkan postingan dengan label Tentangku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentangku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2013

Biarkan Sunyi

Biarkan Sunyi
Biarkan Sunyi

BIARKAN SUNYI

Saat kumulai bicara...
Bunyikan musik itu sampai gaduh!
Saat kumulai berkata...
Ledakkan tabung gas itu sampai riuh!

Saat bibir ini mulai menari...
Bungkam aku hingga diam!
Saat bibir ini mulai bergetar...
Tampar aku hingga terkapar!

Biarkan aku dalam keheningan ini
Lepaskan aku sendiri dalam sunyi
Jangan sampai ada kata cinta yang keluar dari mulut ini
Tersebab cintaku hanya dalam peranganan

Klaten, 6 Juli 2009

Kamis, 18 April 2013

GELAP MENYEKAP TATAP DAN HATI YANG SENYAP


Mengapa setiap gelap mulai menyekap tatap, hatiku kian meratap
Aku ingin keluar dari keadaan yang memuakkan ini, aku ingin menghilang dalam kegelapan
Aku akan menaklukkan malam ini dengan jalan pikiranku sendiri, dengan keangkuhan batin, dengan hati yang mati
Biarkan kedukaanku bergelut kalut dengan mega kelabu di atas sana
Dan sepoi masih setia menemani serta membiusku dalam mimpi sunyi

Klaten, 27 Juli 2010

Kamis, 28 Juli 2011

Sajak Rerindu

Mimik Alam yang Kutinggal
Aku masih saja merindu mimik alam yang kutinggal
Pelataran pengasingan ini,
Tak mampu mencegat rerinduku,
Tak asyik lagi untuk kugilai

Tetap tenggelam di dasar penghitungan
Masih membawah dalam persaingan
Sajak rerinduku kan mengalir selalu
Tersebab rasaku ini takkan lapuk termakan waktu
Takkan kikis tersapu gerimis

Pergumulanku dengan persiksaan batin segera berakhir
Karna sajak rerindu akan memulangkanku


Tangerang, 14 Desember 2007


*) Sobat Sajakrerindu, seharusnya tulisan ini sudah saya posting dari dulu karena sangat penting, mengapa? Karena tulisan inilah yang menjadi acuan semua akun dunia maya saya Sajakrerindu mulai dari Wapsite, Friendster, Facebook, Twitter, Blog Gratisan, Blog Berbayar Email, YM dan Nick akun yang lain ^^

Apa inti tulisan saya tersebut? Silakan dijabarkan, yang benar atau mendekati akan saya hadiahi domain gratis. Tapi CO.CC. Hahaha :D

Selasa, 24 Mei 2011

Senjakala yang Menakjubkan




Penampakan senjakala kali ini sungguh beda, tak serupa dengan yang kurasa akhir-akhir ini. Tampak dari netra semburat jingga di ufuk menerobos sela-sela mega dan pepohonan di sepanjang pandang. Lukisan langit sungguh menakjubkan, gumpalan-gumpalan itu serupa ukiran. Aku tertakjub dengan itu. Di ujung timur sana, tampak bianglala tegak menjulang. Penuh warna dan pesona, bak Chleopatra dengan sejuta keanggunannya. Aku terpesona.. Di sepanjang perjalanan tak sedikitpun lirikanku berpaling dari keindahan ini. Aku rindu, sungguh rindu akan senja seperti ini. Serupa senja belasan tahun lalu..



Klaten, 22 November 2010

Sajakrerindu

Selasa, 17 Mei 2011

Kerinduan Kala Purnama

Kerinduan Kala Purnama

Malam ini cakrawala masih berhias bulan penuh di atas sana
Sungguh penampakan alam yang menakjubkan, tapi mengapa aku masih saja merasa kesepian.
Duduk beralaskan rerumputan basah, tertengadah membayangkan wajahmu di negeri seberang
Keindahan yang tak tertandingi oleh kehadiran rembulan manapun


(Sementara angin basah membawa sejuta gelisah menghujam kejam pada selengkap tubuhku yang hanya terdiam menahan kerinduan)

Aroma sedap malam menyentuh indera penciuman, membuatku kian terbius dalam lamunan
Aku kirimkan pesan melalui desir angin ini hanya untukmu, sayang...
(aku bahkan tak yakin sang bayu bisa menemukan alamatmu yang kurindu)

Apa kau menyaksikan rembulan itu sayang?
Aku telah menuliskan namamu disana, melukiskan wajahmu di tengahnya dengan pena asmara
Berpejamlah dan buka mata hatimu, kau akan merasakan kehadiranku...




Klaten, 17 Mei 2011

Sajakrerindu
Rating: 4.5

Senin, 11 April 2011

Cuma Update Aja

Halo Bloggers, lama gak menjamah blog amburadul ini. Maklum saya lagi sibuk di dunia nyata, sebagai seorang yang tengah mencari jati diri(halah)alias cari penghasilan dengan menciptakan sebuah sistem seorang diri memang cukup menguras tenaga dan waktu saya. Apalagi akhir-akhir ini memang koneksi internet via ponsel sangat sulit, sekadar info saja sudah setahun lebih saya memakai trik free internet dalam melakukan seluruh aktivitas dunia maya seperti browsing, chating, download, blogging dll. Tampaknya memang si penyedia layanan kartu GSM yang saya pakai selama ini sudah tidak bersahabat lagi. Padahal biasanya paling cuma ngambek sehari udah pulih lagi, berita buruk nih.huh :( Tapi untungnya kuota langganan broadband pake laptop masih ada, meskipun tinggal sedikit paling gak bisa update Blog, bales mention Twitter, buka Facebook, cek email dll. Yang penting hubungan di dunia maya masih terjaga, hehe. Kalau untuk Twitter sama Facebook sih udah punya mesin otomatis buat update yaitu Twitterfeed. Mungkin sebagian besar teman fb maupun follower twitter saya gak tahu kalau aktivitas saya itu otomatis(bukan saya yang update) trus nganggep saya ini manusia super update padahal kenyataannya justru saya ini sangat jarang online. haha ketipu... :D

Udah deh, ga usah pikirin masalah koneksi internet. Sebenarnya saya lumayan bingung mau post apaan, terus terang gak ada yang terlintas dalam benak saya. Mungkin karena terlalu banyak ide malah membuat saya bingung. Yah paling enggak saya mengupdate blog ini lah, masa tiap ada yang berkunjung isinya cuma itu-itu aja kan bosan jadinya. Oke, tulisan ini saya terbitkan hanya untuk menunjukkan bahwa blog ini ada yang mengelola dan akan terus diupdate.

Tulisan saya kali ini juga saya manfaatkan sebagai pendahuluan dari tulisan berikutnya yang akan saya terbitkan yaitu tentang misteri di balik lagu favorit saya yaitu Bohemian Rhapsody yang dibawakan oleh Queen. Oke Bloggers, sampai disini saja tulisan kali ini, tunggu ya postingan saya selanjutnya. Terima kasih...


Klaten, 11 April 2011

Senin, 31 Januari 2011

Teruntukmu Yang Terkasih

Teruntukmu Yang Terkasih


Teruntukmu yang terkasih,
Tak layak aku berpikir terlampau jauh tentangmu
Semua masih dalam angan yang tersingkirkan

Teruntukmu yang terkasih,
Hanya harap yang tak terucap
Hanya imaji di hati yang sepi
Tak kuasa aku ungkap selengkap rasa yang menyekap
Aku masih disini menanti meski takkan terjadi
Mencari dan terus mencari
Menyibak tabir ayu lakuanmu
Aku tersesat diantara pekat jala asmaramu

Teruntukmu yang terkasih,
Aku kini kaku bersanding dengan rasa yang beku
Semoga kau temukan apa yang jadi mimpimu
Aku bersamamu meski kau tak pernah tahu

Klaten, 20 Juni 2010

Selasa, 28 Desember 2010

HATI INI TERTIDUR TANPA MIMPI

Melemah, merapuh
Meradang hatiku
Sesaat kudengar
Kau kembali padanya
Aku takkan rela
Melepas dirimu
Tuk hampiri dirinya
Itu hanya membuat
Dirimu menangis
Dirimu terluka
Disini kuberharap
Kau kan temui
Hati yang kau cari
Kendatipun diriku
Selalu mengharapmu
Selalu menantimu
Namun kutak kuasa
Tuk mencegat langkahmu
Tuk hentikan pergimu
Kuhanya mampu membayang
Merindu dirimu
Hati ini kembali sepi
Tertidur tanpa mimpi
Dunia serasa tak berarti


Tangerang, 25 September 2007

TAK LAGI BERHARAP

Akhirnya kusadari
Kau begitu jauh tuk kuraih
Meski seluruh anganku kagumimu
Namun begitu nyata kau menghindar
Entah apapun yang yang terbesit dalam pikiranmu
Kini aku tak lagi berharap

Tangerang, 25 September 2007

HUJAN MALAM


Kudengar atap meratap kedinginan
Tersebab dia harus menahan hujan
Dan mengalirkan air menuju tritisan
Padahal malam begitu kelam
Meski sesekali cahaya langit berkelip
Tak jua menerangi gigilan sepi hati
Bulan mayang yang kunanti sembunyi di belakang awan
Mungkin saat ini ia masih bersolek
Selagi rintik belum sampai tanda titik
Sepoi membelai tubuhku yang lunglai
Di malam yang hitam
Di hujan yang menghujam

Tangerang, 24 September 2010

Kamis, 11 November 2010

DERITAKU DISINI

Selamat tinggal masa lalu
Aku kan selalu mengenangmu
Karna kamu agaknya lebih baik
Daripada hidupku kini

Tapi tak mungkin diriku kembali
Menjalani takdir yang tlah berakhir
Bila saja semua bisa berulang
Aku akan menghapus kepedihan

Sebenarnya aku ingin senja yang baru
Senja yang menjingga di ufuk barat
Seperti yang selalu kutemui waktu itu
Tak serupa dengan senjaku disini

Disini kuterpenjara sepi
Hatiku termakan oleh waktu
Jiwaku terkekang oleh gelapnya mimpi
Ragaku terpasung serupa patung



Tangerang, 24 September 2007

SUTRADARA MIMPI

Selamatkanlah hatiku
Yang kini merapuh
Bangunkanku dari tidur
Tersebab ia membuatku tersiksa
Dengan mimpi yang kudapati
Jika saja mimpi dapat kubeli
Seperti apa kata pemimpin Oi
Kan kukeluarkan lembaran-lembaran
Pembaca naskah proklamasi
Aku akan menyutradarai mimpi-mimpiku
Dengan lakon-lakon yang tak lebih kelam
Daripada kehidupan nyataku


Tangerang, 22 September 2007

Rabu, 03 November 2010

(tiada tajuk)

mengapa tiada pintu terbuka untukku
aku di sini sudah tak tahan
begitu ingin ku mengakhiri langkahku
lelah kaki menapaki jalan

mencari orang di balik pintu
senyum dan salam sapa diembannya
dari dalam ia menuntunku
seorang yang belum jua kujumpa

yang kurasakan kini hanya lelah
memang aku tlah berjalan jauh
belum juga kudapati hasil buah
tampak ragaku semakin rapuh



Tangerang, 16 September 2007

Batu Luruh

Meski batu, kudapat luruh
Karena hakikat ku mudah lantah
Dan tak kuasa tuk membantah
Sekelumit apura yang tulus
Mungkin mampu hancurkan
Sebongkah keberangan

Tangerang, 13 September 2007

Selasa, 02 November 2010

Jika Masih

Jika ada kesempatan aku akan datang
Membawa seikat mawar kembang
Ungkapan sajak nyanyian hati
Melepas kegalauan yang terjadi

Jika masih dalam lingkaran kehidupan
Kan kujadikan ketidaksempurnaan sebagai dorongan
Tuk mencapai titik penghabisan
Merubah asa menjadi nyata


Tangerang, 11 September 2007

Ungkapan si Perantau

Ungkapan si Perantau
Ungkapan si Perantau
Hari ini hujan mengucur begitu derasnya. Dingin menyelimuti tubuhku yang lemah. Hampir lima jam aku berbaring di peraduan tersebab badanku menggigil. Entah mengapa aku selalu saja teringat akan hangatnya keluargaku. Bapak yang begitu bijaksana berpendapat dan penyabar, Simbok yang selalu tegar menghadapi guncangan hidup, meskipun sesekali meratap sedih. Kakakku yang cepat naik darah namun mengena jika memberi petuah. Adik pertamaku yang menyebalkan tapi begitu sigap dan berani mengambil putusan. Serta si bungsu yang manja dan ngangeni. Juga Mbok Tuwo yang telah senja namun masih bersemangat menjalani hidup. Aku sendiri sebagai anak muda malah cepat putus asa dan gampang menyerah, selalu bimbang menentukan jalan dan pendendam. Sosok yang sering dibanggakan orang tua, terutama Bapak. Dulu aku memang bangga dengan intelektualitas yang aku miliki. Namun kurasa kini tak lagi berarti. Aku juga rindu akan suasana rumahku yang asri. Tanaman yang tumbuh subur. Kali yang tak pernah kering.


Tangerang, 07 September 2007

Senin, 25 Oktober 2010

Aku Berbicara dengan Hatiku yang Rapuh

Hai hatiku, apakah kau sudah lelah?
Oh tuanku, aku memang begitu lelah

Tapi mengapa kau masih saja menemaniku?
Tuanku, keberadaanku hanyalah untukmu

Aku merasa begitu bersalah kepadamu
Tidak, jangan bicara demikian. Tidak salahlah tuan.

Bantu aku hatiku! Mengapa hidupku kelam?
Cobalah bertanya pada Tuhan, tuan!

Sudah, berulang kali aku bertanya padanya. Tapi tak pernah dijawabnya.
Barangkali ia lagi sibuk, mengawasi geliat penguasa-penguasa negeri ini.
Yang tampak semakin rakus saja.
Atau ia sedang menertawakan orang-orang yang menaikkan tarif tol dan harga sembako itu.

Terus kapan ia menjawab pertanyaanku?
Mungkin kalau negeri ini bebas dari penguasa yang rakus.

Hahaha... Mana mungkin itu terjadi?
Bukannya itu sudah tradisi?

Berarti pertanyaanku tak terjawab dong?
Tenang tuan, tunggu saja kemurahan Tuhan!

Baik, aku kan menunggu. Terima kasih hatiku.
Sama-sama tuan.



Tangerang, 07 September 2007

Rabu, 29 September 2010

Jangan Merasa Kutlah Pergi

Jangan merasa kutlah pergi
Kebisuanku hanyalah ungkapan,
Gaya bahasa hati
Saat ini aku hanya sedang berkawan dengan nurani
Mencari titik temu antara cinta dan luka
Mencari berita tentang matinya sang pujangga
Karna karya-karyanya yang hilang
Mendatangi ahli nujum yang komat-kamit
Baca mantra tentang azab dan sengsara
Menemani atap yang terus meratap
Menyaksikan lukisan karya Tuhan
Memastikan sang bayu masih menari
Dan menerima kehadiran polusi sepanjang hari

Tangerang, 04 September 2007

ilalang berbelalang dan musang malang

melambai menusuk pandang
ilalang berbelalang
terpancang di atas karang
membentang gersang

tersebab tak ada ruang
menyeringai mata si musang
memburu mangsa tak dapat jua
diantara ilalang berbaring saja

menatap sang langit dan membayang
dengan sengit menantang awan
jikapun kan datang hujan
badan kan tetap gersang


Tangerang, 02 September 2007

Tulisan ini mengisahkan perjuanganku sebagai pengangguran yang mencoba mengadu nasib di kota metropolitan dimana gelandangan dan anak jalanan begitu banyak hingga menusuk pandang.

Jumat, 10 September 2010

JALAN KITA TAK SAMA

Tak perlu aku berucap sejuta kata cinta untukmu..
Tak perlu kulantunkan syair kasih di hadapanmu..
Aku bukanlah seorang yang layak kau cinta..
Aku tak pantas memilikimu yang ayu..
Aku hanyalah segelintir manusia sederhana dari sekumpulan kaum yang terasingkan..
Aku bukan untukmu, begitu pula kau hadir bukanlah untuk kusanding..
Jalan kita tak sama

Klaten, 10 September 2010