Sungguh, aku merasakan apa yang kau goreskan dalam kisah kelukaan...
Aku tersentuh, luluh...
Ingin rasanya aku memberi kehangatan yang kau cari...
Tapi apa mungkin?
Aku bukan mentari, aku ini seorang pemimpi yang tengah mencari jati diri...
Usah kau tertunduk sayang, bangkitlah dalam keyakinan...
Kau tak sendirian...
Pernah ku merasa selayak yang kau rasa, mungkin tak serupa tersebab kita memang beda...
Hentikan pedih yang kau ikuti, itu hanya akan membuatmu kian terpuruk terjajah keadaan...
Jangan biarkan nestapa merajai, lawanlah! Perangi!
Kau teramat indah untuk tersakiti...
Tampilkan postingan dengan label Tentang Rasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Rasa. Tampilkan semua postingan
Minggu, 23 Juni 2013
Rabu, 27 Juli 2011
ANTARA CINTA, LUKA DAN FATAMORGANA
![]() |
| Antara Cinta, Luka dan Fatamorgana |
Sedetik yang lalu aku masih merasakan hangatnya kecupan bibirmu
Tapi kini semua hanya tinggal bayang-bayang, imaji, ilusi
Bahkan belum sempat aku seka bercak merah yang kau tularkan dari bibirmu,
Kau menghilang hanya meninggalkan secuil kisah kita yang berantakan
Kau paksa aku menatanya dalam kitab-kitab usang di lemari berdebu
Aku tak bisa.... Sungguh aku tak bisa menyimpan sebuah kisah hanya dalam kenangan
(Sementara angin malam dengan genit mencubit selengkap tubuhku yang memang tengah menggigil sepeninggalmu, dedaun bambu berbisik satu sama lain. Entah bahasa apa itu aku tak tahu)
Setan-setan mulai berkeliaran membujuk sesiapa yang tersentak batinnya oleh nafsukah? atau gelisah?
Ah payah!!! Akulah salah satunya...
(Diam ya jangan katakan ini padanya, ini rahasia kita)
Ilalang yang mengitari batu angkuh itu tak jua menyerah menggodanya dengan meliuk-liukkan sekujurnya...
Tentu saja batu itu diam, dasar....
Mengapa aku malah asyik menyaksikan celoteh alam itu?
Hmm, bukankah mereka tak pernah menggagasku?
Ya.. Terang saja, mereka terbiasa diacuhkan oleh makhluk yang dipatenkan sebagai makhluk yang paling sempurna
Sempurnakah aku? (tanyaku pada otakku sendiri, pertanyaan yang sederhana)
Apa jawabnya?
Sempurnaku saat kau di sandingku, memelukku, menciumku...
Hahaha...
Lihat iblis-iblis itu bersorai!
Ah, bangsat!!! Kalian menertawaiku!
Ada yang aneh? Lucu? woy, tutup mulut kalian...
Kami(manusia) beda dengan kalian! Kami punya perasaan...
Aku terdiam di sudut kamar berantakan, pandangku tertuju pada lukisan di dinding tapi pikiranku bertualang menembus jarak yang tak pernah terjangkau oleh kendaraan secanggih apapun..
Imaji, lamunan yang tak pernah sama... Samar...
Aku mulai tersentak saat jendela kamarku bertabrakan dihantam angin
Apa-apaan aku ini! Apa yang telah aku pikirkan?
Ini bukan aku, aku yakin ini bukan pikiranku...
Aku terhipnotis oleh keadaan, aku tak mau didikte lagi oleh situasi
Aku bangkit, kuangkat dadaku tinggi-tinggi.. Bersorak!!!!
Aku bukan Pejuang, tapi aku akan berjuang! Melawan kegetiran!
Klaten, 28 Juli 2011
Selasa, 24 Mei 2011
Senjakala yang Menakjubkan
Penampakan senjakala kali ini sungguh beda, tak serupa dengan yang kurasa akhir-akhir ini. Tampak dari netra semburat jingga di ufuk menerobos sela-sela mega dan pepohonan di sepanjang pandang. Lukisan langit sungguh menakjubkan, gumpalan-gumpalan itu serupa ukiran. Aku tertakjub dengan itu. Di ujung timur sana, tampak bianglala tegak menjulang. Penuh warna dan pesona, bak Chleopatra dengan sejuta keanggunannya. Aku terpesona.. Di sepanjang perjalanan tak sedikitpun lirikanku berpaling dari keindahan ini. Aku rindu, sungguh rindu akan senja seperti ini. Serupa senja belasan tahun lalu..
Klaten, 22 November 2010
Sajakrerindu
Seperti Biasa
Seperti biasa, aku hanya bisa memandangmu dari kejauhan. Tak layak rasanya aku mendekat dan mendekapmu sementara begitu banyak pasang mata yang memperhatikanmu, lebih dekat..jauh lebih dekat dari diriku yang hanya bermodal doa di sujud terakhir setiap rakaat yang aku persembahkan kepada yang Mahapengasih, berharap kasihku padamu dapat kau terima tanpa keraguan...
Klaten, 23 Mei 2011
Sajakrerindu
Selasa, 17 Mei 2011
Kerinduan Kala Purnama
![]() |
| Kerinduan Kala Purnama |
Malam ini cakrawala masih berhias bulan penuh di atas sana
Sungguh penampakan alam yang menakjubkan, tapi mengapa aku masih saja merasa kesepian.
Duduk beralaskan rerumputan basah, tertengadah membayangkan wajahmu di negeri seberang
Keindahan yang tak tertandingi oleh kehadiran rembulan manapun
(Sementara angin basah membawa sejuta gelisah menghujam kejam pada selengkap tubuhku yang hanya terdiam menahan kerinduan)
Aroma sedap malam menyentuh indera penciuman, membuatku kian terbius dalam lamunan
Aku kirimkan pesan melalui desir angin ini hanya untukmu, sayang...
(aku bahkan tak yakin sang bayu bisa menemukan alamatmu yang kurindu)
Apa kau menyaksikan rembulan itu sayang?
Aku telah menuliskan namamu disana, melukiskan wajahmu di tengahnya dengan pena asmara
Berpejamlah dan buka mata hatimu, kau akan merasakan kehadiranku...
Klaten, 17 Mei 2011
Sajakrerindu
Rating: 4.5
Senin, 09 Mei 2011
Teruntukmu yang Terkasih II
![]() |
| Teruntukmu yang Terkasih |
Bayangmu tetap hinggap dalam jutaan syaraf pemikir di otakku
Selayak penampakan bebintang yang gemintang tertahta anggun di cakrawala
Serupa intan berlian, berkilauan
Rembulanku... Mengapa engkau tak bersanding dan melukiskan elok panorama langit malam ini?
Aku rindu...
Ini kesungguhan... Aku rindu rembulanku
Saat orkestra berjuta suara satwa malam sentuh telingaku dengan merdu, mengapa engkau masih membisu?
Tak layakkah aku dengar barang sepatah kata dari getaran bibir indahmu itu?
Sementara terpaan angin basah kian ganas melibas ragaku yang tertengadah menatap langit, berhara rembulanku tersenyum diantara kemilau bebintang
Rembulanku... Aku rindu...
Kutunggu hadirmu dengan keanggunan lakuanmu, ayumu...
Teruntukmu rembulanku, mengertilah...
Aku menyimpan rindu dalam rasa yang beku
Teruntukmu yang terkasih, ketahuilah...
Aku ada dalam setiap duka dan tawamu...
Klaten, 09 Mei 2011
Senin, 31 Januari 2011
Teruntukmu Yang Terkasih
Teruntukmu yang terkasih,
Tak layak aku berpikir terlampau jauh tentangmu
Semua masih dalam angan yang tersingkirkan
Teruntukmu yang terkasih,
Hanya harap yang tak terucap
Hanya imaji di hati yang sepi
Tak kuasa aku ungkap selengkap rasa yang menyekap
Aku masih disini menanti meski takkan terjadi
Mencari dan terus mencari
Menyibak tabir ayu lakuanmu
Aku tersesat diantara pekat jala asmaramu
Teruntukmu yang terkasih,
Aku kini kaku bersanding dengan rasa yang beku
Semoga kau temukan apa yang jadi mimpimu
Aku bersamamu meski kau tak pernah tahu
Klaten, 20 Juni 2010
Selasa, 28 Desember 2010
HATI INI TERTIDUR TANPA MIMPI
Meradang hatiku
Sesaat kudengar
Kau kembali padanya
Aku takkan rela
Melepas dirimu
Tuk hampiri dirinya
Itu hanya membuat
Dirimu menangis
Dirimu terluka
Disini kuberharap
Kau kan temui
Hati yang kau cari
Kendatipun diriku
Selalu mengharapmu
Selalu menantimu
Namun kutak kuasa
Tuk mencegat langkahmu
Tuk hentikan pergimu
Kuhanya mampu membayang
Merindu dirimu
Hati ini kembali sepi
Tertidur tanpa mimpi
Dunia serasa tak berarti
Tangerang, 25 September 2007
TAK LAGI BERHARAP
Akhirnya kusadari
Kau begitu jauh tuk kuraih
Meski seluruh anganku kagumimu
Namun begitu nyata kau menghindar
Entah apapun yang yang terbesit dalam pikiranmu
Kini aku tak lagi berharap
Tangerang, 25 September 2007
Kau begitu jauh tuk kuraih
Meski seluruh anganku kagumimu
Namun begitu nyata kau menghindar
Entah apapun yang yang terbesit dalam pikiranmu
Kini aku tak lagi berharap
Tangerang, 25 September 2007
Jumat, 10 September 2010
MAKNA CINTA(?)
Aku kadang justru senyum-senyum sendiri melihat, mendengar ataupun membaca deskripsi seseorang tentang satu istilah yang sangat 'generik' yaitu cinta. Sebuah apa ya? Istilah mungkin yang paling tepat. Istilah yang satu ini hingga kini belum dapat kudefinisikan dan agaknya aku tak akan melanjutkan memikirkan makna cinta.
Hmm, yang pasti menurut hematku cinta itu tentang perasaan layaknya seni. Semua tentang perasaan subyektif seseorang, bukan perkara ilmu eksakta yang merupakan harga mati dalam definisi.
Cinta itu 'relatif' sesuai pemahaman masing-masing individu. Tak ada larangan dan batasan orang mengartikan istilah ini. Sebab memang tak seharusnya diartikan, tapi dirasakan, diyakini dan diejawantahkan dalam nyata.
Tak perlu teori muluk-muluk yang hanya akan berjejal memenuhi otak kita. Bukankah yang kita butuhkan adalah perwujudnyataan dari 'cinta' itu?
Ya sudahlah, aku tak begitu tertarik mengulas makna cinta karna aku belum menemukan cinta yang sebenarnya kecuali dari Allah, Rasulullah dan Ibu.
Apapun pendapat kalian tentang cinta it doesn't matter. Aku menghargai setiap pendapat dan keseragamannya.
Tetaplah berjuang menemukan makna itu. Salam Cinta :))
Klaten, 11 September 2010
Hmm, yang pasti menurut hematku cinta itu tentang perasaan layaknya seni. Semua tentang perasaan subyektif seseorang, bukan perkara ilmu eksakta yang merupakan harga mati dalam definisi.
Cinta itu 'relatif' sesuai pemahaman masing-masing individu. Tak ada larangan dan batasan orang mengartikan istilah ini. Sebab memang tak seharusnya diartikan, tapi dirasakan, diyakini dan diejawantahkan dalam nyata.
Tak perlu teori muluk-muluk yang hanya akan berjejal memenuhi otak kita. Bukankah yang kita butuhkan adalah perwujudnyataan dari 'cinta' itu?
Ya sudahlah, aku tak begitu tertarik mengulas makna cinta karna aku belum menemukan cinta yang sebenarnya kecuali dari Allah, Rasulullah dan Ibu.
Apapun pendapat kalian tentang cinta it doesn't matter. Aku menghargai setiap pendapat dan keseragamannya.
Tetaplah berjuang menemukan makna itu. Salam Cinta :))
Klaten, 11 September 2010
Rabu, 02 Desember 2009
Satu Senyum Terakhir

Satu Senyum Terakhir
Di hening senja itu
Ketika temaram pijar lampu menerkam selengkap raga yang terdiam
Sejenak kumelihat kau tersenyum, senyum yang penuh tanya
Apa arti senyum itu?
Senyum yang begitu tak wajar, sungguh samar
Hingga kini, tatkala kau tak lagi di sisi
Aku belum mampu ungkap arti senyum itu
Dan kaupun menghilang tanpa bayang
Lenyap hingga berakhir senyap
Aku bahkan tak sempat tanyakan arti senyum itu
Dan sadarku senyum itu adalah satu senyum terakhirmu
Senyum yang ikut kau bawa pergi
Senyum yang tak pernah mampu kuungkap hingga kini
Senyum penuh teka-teki selayak rahasia malam yang tak terpecahkan
Senyum serupa dengan senyum yang tersungging dalam lukisan Monalisa
Senyum yang tak jelas menyimpan pesona cinta atau luka
Itulah satu senyum terakhir yang kau hadirkan untukku
Klaten, 2 Desember 2009
Langganan:
Postingan (Atom)





