Sungguh, aku merasakan apa yang kau goreskan dalam kisah kelukaan...
Aku tersentuh, luluh...
Ingin rasanya aku memberi kehangatan yang kau cari...
Tapi apa mungkin?
Aku bukan mentari, aku ini seorang pemimpi yang tengah mencari jati diri...
Usah kau tertunduk sayang, bangkitlah dalam keyakinan...
Kau tak sendirian...
Pernah ku merasa selayak yang kau rasa, mungkin tak serupa tersebab kita memang beda...
Hentikan pedih yang kau ikuti, itu hanya akan membuatmu kian terpuruk terjajah keadaan...
Jangan biarkan nestapa merajai, lawanlah! Perangi!
Kau teramat indah untuk tersakiti...
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Minggu, 23 Juni 2013
Kamis, 16 Mei 2013
Biarkan Sunyi
![]() |
| Biarkan Sunyi |
BIARKAN SUNYI
Saat kumulai bicara...
Bunyikan musik itu sampai gaduh!
Saat kumulai berkata...
Ledakkan tabung gas itu sampai riuh!
Saat bibir ini mulai menari...
Bungkam aku hingga diam!
Saat bibir ini mulai bergetar...
Tampar aku hingga terkapar!
Biarkan aku dalam keheningan ini
Lepaskan aku sendiri dalam sunyi
Jangan sampai ada kata cinta yang keluar dari mulut ini
Tersebab cintaku hanya dalam peranganan
Klaten, 6 Juli 2009
Rabu, 24 April 2013
Mereka Bilang AKU anak MONYET
Nenek moyang membawa ke-aku-an
Ciptakan sebuah dendam pada bait kehidupan
“Kambingkan aku, Tuhan…”
Aku diantara wanita-wanita pemakan domba
Dan aku diantara lelaki-lelaki pemakan singa
Liarku dalam jahanam
Matiku karena dendam
Mereka-mereka menyebutku wanita tanpa kelamin
Kaku tak terjamin!
Lalusa...
Meminta neraka untuk mereka
Oh, mulutku tak terkira
Tak ada rasa iba
Jika ludah bicara dimuka
Gusti…
Doaku laku,
Karenaku, anakmu sepertiku
Aku keluar dari induk suci
Kau keluar dari kandung keji
Tertawa bisu bagi mereka yang mengadu
Tertimpa doa dari mereka yang dihina
Sumpah menyayat,
Melihat anak monyet dalam sekarat
Jumat, 28 Oktober 2011
Karya: Icha Sasyanomoto(Sahabat Facebook)
Senin, 22 April 2013
Semenjak Sebuah Suara Terdengar
Semenjak sebuah suara terdengar
dan merasuk ke dalam pikiranku
Kutak mampu lagi berlari
dari semua permainan sang waktu
yang membelenggu, menjatuhkan dan menginjak
Selengkap isi batinku
Setan-setan yang beterbangan
Masih bersorai sambil menjulurkan lidahnya
Kearahku yang sedang terkapar
Sapaan sunyi dari bidadari, tak lagi kudengar
Karna memang sepilah yang hanya ada saat ini
di tempat ini
Wedi, 07 Juli 2009
21:09
Sabtu, 20 April 2013
Hanyalah Angan
Dalam angan yang tertahan engkau datang, menyampaikan rindu yang membeku.
Tak tahu apakah kata-kata dari mulutmu masih semanis dulu, ataukah justru berubah ambigu serupa senyummu.
Hanya tentang perasaan dan pemikiran aku berbicara.
Bukan tentang seseorang, apalagi rayuan pada gadis pujaan.
Bukan tentang yang dicinta ataupun yang didusta.
Sekali lagi ini hanyalah angan, yang mungkin disimpan mungkin juga dibuang.
Tak tahu apakah kata-kata dari mulutmu masih semanis dulu, ataukah justru berubah ambigu serupa senyummu.
Hanya tentang perasaan dan pemikiran aku berbicara.
Bukan tentang seseorang, apalagi rayuan pada gadis pujaan.
Bukan tentang yang dicinta ataupun yang didusta.
Sekali lagi ini hanyalah angan, yang mungkin disimpan mungkin juga dibuang.
Kamis, 18 April 2013
GELAP MENYEKAP TATAP DAN HATI YANG SENYAP
Mengapa setiap gelap mulai menyekap tatap, hatiku kian meratap
Aku ingin keluar dari keadaan yang memuakkan ini, aku ingin menghilang dalam kegelapan
Aku akan menaklukkan malam ini dengan jalan pikiranku sendiri, dengan keangkuhan batin, dengan hati yang mati
Biarkan kedukaanku bergelut kalut dengan mega kelabu di atas sana
Dan sepoi masih setia menemani serta membiusku dalam mimpi sunyi
Klaten, 27 Juli 2010
Sabtu, 25 Agustus 2012
Sajak Rerindu 3
Ah, rembulan di atas sana serasa memaki, lelaki kecil yang tertunduk sendiri. Angin basah menikam, selengkap raga yang terdiam. Bebukitan itu kian akrab saja melamun dipeluk halimun.Kunang-kunang hinggap terbang di pesawahan.Dedaun bergetar bergesekan, mungkinkah mereka kedinginan? Hmm, tentulah tidak. Tidak ada yang mampu menandingi kerinduan dia, lelaki kecil di bawah langit malam itu.
Sejuta mimpi ia layangkan ke langit temaram, mungkinkah akan sampai ke tuan? Mega-mega bergelombang mengambang. Sementara gemericik air sungai menyuarakan lagu keabadian. Jerit binatang malam mungkin tak terhiraukan, tergantikan oleh kidung kerinduan.
(rembulan kian remang-remang, temaram dan muram. semuram pelita kecilnya yang mulai padam)
Klaten, 26 Agustus 2012
Klaten, 26 Agustus 2012
Kamis, 28 Juli 2011
Sajak Rerindu
![]() |
| Mimik Alam yang Kutinggal |
Pelataran pengasingan ini,
Tak mampu mencegat rerinduku,
Tak asyik lagi untuk kugilai
Tetap tenggelam di dasar penghitungan
Masih membawah dalam persaingan
Sajak rerinduku kan mengalir selalu
Tersebab rasaku ini takkan lapuk termakan waktu
Takkan kikis tersapu gerimis
Pergumulanku dengan persiksaan batin segera berakhir
Karna sajak rerindu akan memulangkanku
Tangerang, 14 Desember 2007
*) Sobat Sajakrerindu, seharusnya tulisan ini sudah saya posting dari dulu karena sangat penting, mengapa? Karena tulisan inilah yang menjadi acuan semua akun dunia maya saya Sajakrerindu mulai dari Wapsite, Friendster, Facebook, Twitter, Blog Gratisan, Blog Berbayar Email, YM dan Nick akun yang lain ^^
Apa inti tulisan saya tersebut? Silakan dijabarkan, yang benar atau mendekati akan saya hadiahi domain gratis. Tapi CO.CC. Hahaha :D
Selasa, 24 Mei 2011
Seperti Biasa
Seperti biasa, aku hanya bisa memandangmu dari kejauhan. Tak layak rasanya aku mendekat dan mendekapmu sementara begitu banyak pasang mata yang memperhatikanmu, lebih dekat..jauh lebih dekat dari diriku yang hanya bermodal doa di sujud terakhir setiap rakaat yang aku persembahkan kepada yang Mahapengasih, berharap kasihku padamu dapat kau terima tanpa keraguan...
Klaten, 23 Mei 2011
Sajakrerindu
Senin, 19 Juli 2010
LEGAM PEMIKIRANKU, KELAM PEMAHAMANKU
Tak sanggup aku menguak tabir ayu lakuanmu yang membiusku
Tak kuasa kuungkap makna hening dan teduh hatimu
Tertutup kalut yang merenggut daya rasa hatiku
Legam pemikiranku, kelam pemahamanku
Nurani ini begitu sepi
Jiwa ini senyap dan kalap
Klaten, 20 Juli 2010
Sabtu, 08 Mei 2010
Sajak Rerindu 2
Sajak Rerindu 2
________
Setanpun bersorai menyaksikanku yang terkulai
Gelak iblis menyiksa nurani dengan bengis
Aroma kelukaan kian meraja diantara kesesatan batin yang menggila
Aku memang tengah terjatuh kini
Pemahamanku mulai melemah-lengah
Semua terjadi begitu saja, hanya sekejap
Hanya karna kepalsuan pikir
(kali ini aku kalah dan menyerah untuk mengikuti faham:
Biarkan semua mengalir bagai air)
Ah, persetan pikiranku!
Aku butuh kau di sandingku, aku merindu anggun lakuanmu
Aku gubah sajak rerinduku hanya untukmu
Untuk imajiku
Untuk anganku
Untuk inspirasiku
Untuk perempuanku
Untukmu yang biasa kucumbu dalam kalbu
Hanya bayang-bayang tanpa pengakuan
Diamlah kalian dalam muramku!
Tutup mulut kalian dalam kebisuanku
Klaten, 8 Mei 2010
________
Setanpun bersorai menyaksikanku yang terkulai
Gelak iblis menyiksa nurani dengan bengis
Aroma kelukaan kian meraja diantara kesesatan batin yang menggila
Aku memang tengah terjatuh kini
Pemahamanku mulai melemah-lengah
Semua terjadi begitu saja, hanya sekejap
Hanya karna kepalsuan pikir
(kali ini aku kalah dan menyerah untuk mengikuti faham:
Biarkan semua mengalir bagai air)
Ah, persetan pikiranku!
Aku butuh kau di sandingku, aku merindu anggun lakuanmu
Aku gubah sajak rerinduku hanya untukmu
Untuk imajiku
Untuk anganku
Untuk inspirasiku
Untuk perempuanku
Untukmu yang biasa kucumbu dalam kalbu
Hanya bayang-bayang tanpa pengakuan
Diamlah kalian dalam muramku!
Tutup mulut kalian dalam kebisuanku
Klaten, 8 Mei 2010
Jumat, 30 Oktober 2009
BIARKAN AKU DALAM KEDIAMAN INI
BIARKAN AKU DALAM KEDIAMAN INI
semua inginku kini tak harap kuraih
aku hanya tengah mencari jawaban
atas semua tanya yang memaksaku mengungkapnya
tatkala aku berada dalam kediaman diri
aku masih tertunduk dibawah sinar temaram yang pekat
seberkas aroma kemunafikan yang engkau hadirkan telah membiusku
memasungku hingga kuterkulai lunglai
karna kini kau tak selembut dulu
kau tak lagi menemani setiap kisah yang kugoreskan
aku kian terpuruk dan tersudutkan ketololanku sendiri
asaku mungkin tlah punah
tapi lihatlah!!!
aku akan tetap berjalan meski timpang terasa
aku akan tetap berdiri meski semua mata menatapku nanar
biarkan aku dalam kediaman ini
-sajakrerindu-
Klaten, 30 Oktober 2009
semua inginku kini tak harap kuraih
aku hanya tengah mencari jawaban
atas semua tanya yang memaksaku mengungkapnya
tatkala aku berada dalam kediaman diri
aku masih tertunduk dibawah sinar temaram yang pekat
seberkas aroma kemunafikan yang engkau hadirkan telah membiusku
memasungku hingga kuterkulai lunglai
karna kini kau tak selembut dulu
kau tak lagi menemani setiap kisah yang kugoreskan
aku kian terpuruk dan tersudutkan ketololanku sendiri
asaku mungkin tlah punah
tapi lihatlah!!!
aku akan tetap berjalan meski timpang terasa
aku akan tetap berdiri meski semua mata menatapku nanar
biarkan aku dalam kediaman ini
-sajakrerindu-
Klaten, 30 Oktober 2009
Langganan:
Postingan (Atom)










