Tampilkan postingan dengan label kekasih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kekasih. Tampilkan semua postingan
Selasa, 24 Mei 2011
Seperti Biasa
Seperti biasa, aku hanya bisa memandangmu dari kejauhan. Tak layak rasanya aku mendekat dan mendekapmu sementara begitu banyak pasang mata yang memperhatikanmu, lebih dekat..jauh lebih dekat dari diriku yang hanya bermodal doa di sujud terakhir setiap rakaat yang aku persembahkan kepada yang Mahapengasih, berharap kasihku padamu dapat kau terima tanpa keraguan...
Klaten, 23 Mei 2011
Sajakrerindu
Selasa, 17 Mei 2011
Kerinduan Kala Purnama
![]() |
| Kerinduan Kala Purnama |
Malam ini cakrawala masih berhias bulan penuh di atas sana
Sungguh penampakan alam yang menakjubkan, tapi mengapa aku masih saja merasa kesepian.
Duduk beralaskan rerumputan basah, tertengadah membayangkan wajahmu di negeri seberang
Keindahan yang tak tertandingi oleh kehadiran rembulan manapun
(Sementara angin basah membawa sejuta gelisah menghujam kejam pada selengkap tubuhku yang hanya terdiam menahan kerinduan)
Aroma sedap malam menyentuh indera penciuman, membuatku kian terbius dalam lamunan
Aku kirimkan pesan melalui desir angin ini hanya untukmu, sayang...
(aku bahkan tak yakin sang bayu bisa menemukan alamatmu yang kurindu)
Apa kau menyaksikan rembulan itu sayang?
Aku telah menuliskan namamu disana, melukiskan wajahmu di tengahnya dengan pena asmara
Berpejamlah dan buka mata hatimu, kau akan merasakan kehadiranku...
Klaten, 17 Mei 2011
Sajakrerindu
Rating: 4.5
Senin, 09 Mei 2011
Teruntukmu yang Terkasih II
![]() |
| Teruntukmu yang Terkasih |
Bayangmu tetap hinggap dalam jutaan syaraf pemikir di otakku
Selayak penampakan bebintang yang gemintang tertahta anggun di cakrawala
Serupa intan berlian, berkilauan
Rembulanku... Mengapa engkau tak bersanding dan melukiskan elok panorama langit malam ini?
Aku rindu...
Ini kesungguhan... Aku rindu rembulanku
Saat orkestra berjuta suara satwa malam sentuh telingaku dengan merdu, mengapa engkau masih membisu?
Tak layakkah aku dengar barang sepatah kata dari getaran bibir indahmu itu?
Sementara terpaan angin basah kian ganas melibas ragaku yang tertengadah menatap langit, berhara rembulanku tersenyum diantara kemilau bebintang
Rembulanku... Aku rindu...
Kutunggu hadirmu dengan keanggunan lakuanmu, ayumu...
Teruntukmu rembulanku, mengertilah...
Aku menyimpan rindu dalam rasa yang beku
Teruntukmu yang terkasih, ketahuilah...
Aku ada dalam setiap duka dan tawamu...
Klaten, 09 Mei 2011
Langganan:
Postingan (Atom)


