Jumat, 31 Desember 2010
Blogger Luncurkan Template Versi Mobile
Kita tahu bahwa pengguna internet di Indonesia dan negara-negara lain begitu pesat. Hadirnya situs-situs jejaring sosial menjadi magnet kuat tumbuhnya internet di dunia ini. Di tahun ini (2010) saja pengguna facebook di Indonesia naik 200%. Dan juga twitter tidak mau kalah, dengan mudah membuat trending topik dari Indonesia karena penggunanya yang besar di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah
Rabu, 29 Desember 2010
Indonesia menang 2-1 tapi gagal jadi juara AFF Cup 2010
Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia 2-1 pada pertandingan final leg 2 AFF CUP 2010. Tapi karena Indonesia pada pertandingan sebelumnya kalah dengan Malaysia 3-0 maka Indonesia gagal menjadi juara AFF CUP 2010. Indonesia sebenarnya bisa gol lebih banyak lagi jika Firman Utina tidak gagal menendang penalti.
Walaupun gagal menjadi juara AFF CUP 2010 kita patut bangga karena pemain kita bisa bermain sportif.
Walaupun gagal menjadi juara AFF CUP 2010 kita patut bangga karena pemain kita bisa bermain sportif.
Selasa, 28 Desember 2010
HATI INI TERTIDUR TANPA MIMPI
Meradang hatiku
Sesaat kudengar
Kau kembali padanya
Aku takkan rela
Melepas dirimu
Tuk hampiri dirinya
Itu hanya membuat
Dirimu menangis
Dirimu terluka
Disini kuberharap
Kau kan temui
Hati yang kau cari
Kendatipun diriku
Selalu mengharapmu
Selalu menantimu
Namun kutak kuasa
Tuk mencegat langkahmu
Tuk hentikan pergimu
Kuhanya mampu membayang
Merindu dirimu
Hati ini kembali sepi
Tertidur tanpa mimpi
Dunia serasa tak berarti
Tangerang, 25 September 2007
TAK LAGI BERHARAP
Akhirnya kusadari
Kau begitu jauh tuk kuraih
Meski seluruh anganku kagumimu
Namun begitu nyata kau menghindar
Entah apapun yang yang terbesit dalam pikiranmu
Kini aku tak lagi berharap
Tangerang, 25 September 2007
Kau begitu jauh tuk kuraih
Meski seluruh anganku kagumimu
Namun begitu nyata kau menghindar
Entah apapun yang yang terbesit dalam pikiranmu
Kini aku tak lagi berharap
Tangerang, 25 September 2007
HUJAN MALAM
Kudengar atap meratap kedinginan
Tersebab dia harus menahan hujan
Dan mengalirkan air menuju tritisan
Padahal malam begitu kelam
Meski sesekali cahaya langit berkelip
Tak jua menerangi gigilan sepi hati
Bulan mayang yang kunanti sembunyi di belakang awan
Mungkin saat ini ia masih bersolek
Selagi rintik belum sampai tanda titik
Sepoi membelai tubuhku yang lunglai
Di malam yang hitam
Di hujan yang menghujam
Tangerang, 24 September 2010
Minggu, 26 Desember 2010
Aku Takut Kata "Kami" Akan Hilang dan Diambil Alih Peranannya oleh "Kita"
Nggak usah banyak basa-basi deh, langsung ke topik aja. Menurut pengamatanku dewasa ini banyak sekali penyelewengan penggunaan Bahasa Indonesia yang dilakukan oleh bangsa kita sendiri, salah satunya adalah pengunaan kata KAMI dalam kalimat yang harusnya diperankan oleh kata KITA, entah apa yang menjadi alasan kebanyakan dari kita menjadi sangat terbiasa menggunakan kata kita untuk menggantikan kata kami. Bahkan aku juga mengamati iklan-iklan di media elektronik(televisi pada khususnya) mulai dari yang diucapkan anak kecil, remaja maupun dewasa sekalipun. Di dunia mayapun begitu, terutama di situs jejaring sosial semisal Facebook dan Twitter. Padahal kalau kita cermati, kedua kata tersebut mempunyai makna yang sangat berbeda. Berikut ati kedua kata tersebut berdasarkan KBBI(Kamus Besar Bahasa Indonesia):
- Kami pron :1). yg berbicara bersama dng orang lain tidak termasuk yg diajak berbicara); yg menulis atas nama kelompok, tidak termasuk pembaca; 2 yg berbicara (digunakan oleh orang besar, msl raja); yg menulis (digunakan oleh penulis)
- Kita pron :1). pronomina persona pertama jamak, yg berbicara bersama dng orang lain termasuk yg diajak bicara; 2 cak saya;Perhatikan kedua makna kata itu! Bagian yang penting sudah aku tandai dengan cetak tebal dan bergaris bawah. Kedua kata tersebut memang sama-sama merupakan kata ganti orang pertama jamak, tapi perbedaannya terletak pada keterlibatan lawan bicara. Jika kata "kami" tidak melibatkan lawan bicara dalam penggunaannya, sedangkan kata "kita" melibatkan lawan bicara. Tentu saja Anda semua tahu itu sejak di bangku sekolah dasarpun kita sudah mendapatkan pembelajaran tentang hal itu.
-- orang cak kita;
Nah, menurut pengamatanku juga, penyelewengan kata ini yang mempunyai andil besar adalah pengaruh dari bahasa asing semisal Inggris dan Melayu. Dalam bahasa Inggris memang kata "kami" dan "kita" adalah kata yang sama yaitu "we". Sedangkan dalam bahasa Melayu kata "kami" tidak ada sama sekali, hanya ada kata "kita" yang dibaca "kite". Mempelajari bahasa asing memang sangat baik tapi kita harus mampu memaknai bahasa kita sendiri Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia. Kita mestinya bangga mempunyai kosakata yang sangat kaya. Tidak bijak rasanya jika kita mengubah bahkan menghilangkan salah satu atau beberapa dari kata baku yang telah ada, hargailah pihak-pihak yang telah bersusah payah mengolah, menyusun dan membakukan bahasa kita. Jangan hilangkan kata "KAMI"!!!
Akhir kata, mari kita gunakan kata "kami" dan "kita" sesuai dengan fungsinya. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat kaya dan indah, jangan sampai kita merusaknya. Bahkan negeri tetangga kita saja(Malaysia) yang notabene bahasa nasionalnya adalah bahasa Melayu kalau bernyanyi pakai Bahasa Indonesia kok, mengapa kita mesti menerapkan bahasa mereka dalam percakapan sehari-hari? Meskipun kita kalah dalam leg pertama Final Piala AFF 2010 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.(Nggak ada hubungannya, hehe). Majulah Indonesiaku!!! Kita junjung tinggi bahasa nasional kita, bahasa pemersatu bangsa. Bahasa Indonesia!!!
Klaten, 27 Desember 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
