Berjalan kusendiri, di tengah kegalauan hati
Bukan tanpa tujuan
Kuingin mengisi kehidupan
Kuingin seka air mata Ibuku, dengan jemariku yang kaku
Kuingin buat Bapak tersenyum, dari derita di sungsum
Namun, terasa lelah kaki ini, hingga kubersandar
Untuk pulihkan sendi, pun akhirnya kusadar
Betapa kutak mampu bergerak
Tanpa kehadiranmu
Wahai Tuhanku
Tolonglah hambamu
Tangerang, 16 Maret 2007
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan Hidup. Tampilkan semua postingan
Kamis, 05 Agustus 2010
Gejolak Hati
Hatiku bergejolak
Ketika kembali kau hadir dalam penantianku
Cinta, cemburu dan nafsu selalu iringi
Permainan kehidupan yang lelah
Kadang kurasa ini tak adil bagiku
Namun mungkin inilah akhir kehidupanku
Yang selalu terasing, disudutkan pada ketololanku sendiri
Ketidakmampuanku semakin siksa diriku
Yang tak mampu mengungkap
Sepenggal rasa yang beriku kesejukan
Meski hanya sejenak
Satu saat kucoba
Kais serpih-serpih harap
Yang tlah terbuang untuk kusatukan
Dan kupersembahkan kepada dirimu, namun kuragu
Dapatkah kau terima dan kau jadikan
Sesuatu yang dapat mengilhami jalan pikiranmu
Klaten, 13 Oktober 2006
Ketika kembali kau hadir dalam penantianku
Cinta, cemburu dan nafsu selalu iringi
Permainan kehidupan yang lelah
Kadang kurasa ini tak adil bagiku
Namun mungkin inilah akhir kehidupanku
Yang selalu terasing, disudutkan pada ketololanku sendiri
Ketidakmampuanku semakin siksa diriku
Yang tak mampu mengungkap
Sepenggal rasa yang beriku kesejukan
Meski hanya sejenak
Satu saat kucoba
Kais serpih-serpih harap
Yang tlah terbuang untuk kusatukan
Dan kupersembahkan kepada dirimu, namun kuragu
Dapatkah kau terima dan kau jadikan
Sesuatu yang dapat mengilhami jalan pikiranmu
Klaten, 13 Oktober 2006
Rabu, 04 Agustus 2010
Sepenggal Kisah Hidup
Malam sunyi menuntun angan
Kembali masuki ruang terang
Dimana angkuh batu dapat terkoyak
Pun ombak mampu bersenandung
Melagukan kidung cinta
Membuai pikirku tuk masuk
Namun semua hanya sisakan rindu dalam kalbu
Andai semua dapat kau dengar
Andai semua dapat kau rasa
Sejuta angan kan terbuang
Kan tercipta keajaiban dalam hati
Namun ini bukan akhir perjalanan hidup
Pergolakan panjang masih menghadang
Rintangan tak henti memberi irama
Pada sebait kisah perjalanan hidupku
Entah dimana ujungnya berada
Coba kucari tepian, tuk sejenak sandarkan tubuhku
Yang tak mampu tolak gejolak hati
Dan tak kuasa bergerak tuk kikis kepedihan
Semua tlah hilang
Coba lari kukejar waktu
Tuk kembali ke masa itu
Namun belenggu ini terlalu pekat
Hingga terkubur dalam pusara jiwa
Klaten, 12 Oktober 2006
Kembali masuki ruang terang
Dimana angkuh batu dapat terkoyak
Pun ombak mampu bersenandung
Melagukan kidung cinta
Membuai pikirku tuk masuk
Namun semua hanya sisakan rindu dalam kalbu
Andai semua dapat kau dengar
Andai semua dapat kau rasa
Sejuta angan kan terbuang
Kan tercipta keajaiban dalam hati
Namun ini bukan akhir perjalanan hidup
Pergolakan panjang masih menghadang
Rintangan tak henti memberi irama
Pada sebait kisah perjalanan hidupku
Entah dimana ujungnya berada
Coba kucari tepian, tuk sejenak sandarkan tubuhku
Yang tak mampu tolak gejolak hati
Dan tak kuasa bergerak tuk kikis kepedihan
Semua tlah hilang
Coba lari kukejar waktu
Tuk kembali ke masa itu
Namun belenggu ini terlalu pekat
Hingga terkubur dalam pusara jiwa
Klaten, 12 Oktober 2006
Langganan:
Postingan (Atom)