Tampilkan postingan dengan label Opini publik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini publik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Desember 2013

Cari Tempat Karaoke Mewah dan Murah? Ya Hello fktv

Tempat karaoke Hello fktv adalah rumah bernyanyi keluarga. Tempat karaoke di Jogja ini menjadi salah satu tempat favorit melepas penat setelah lelah bekerja. Hello fktv karaoke keluarga memang tempat hiburan karaoke yang tepat dan lengkap untuk seluruh anggota keluarga Anda, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tempat karaoke murah ini, sangat lengkap dalam urusan update lagu karaoke. Jika Anda mencari tempat karaoke mewah, murah, ramah, Hello fktv dapat menjadi pilihan menarik. Hello Family Ktv karaoke juga merupakan tempat hiburan keluarga yang bersih, sopan, berkelas, dan modern; sangat tepat untuk mengajak seluruh anggota keluarga Anda.

tempat karaoke - hello fktv jogja
<Lihat Fasilitas Karaoke>
Hello fktv yang terletak di Lobby Level Hotel Merapi Merbabu  dengan alamat Jl. Seturan Sleman Yogyakarta <lihat peta>; no. telp. 0274- 85025555, menampilkan konsep interior yang mewah dengan konsep pelayanan yang fun dan menyenangkan. Keakraban dan kehangatan staf ditunjang dengan kualitas service hotel bintang lima. Hello fktv bertekad dalam 5 tahun kedepan akan menjadi 3 besar karaoke keluarga terbaik di Indonesia. Hello fktv juga akan segera membuka cabang ke seluruh pulau Jawa dan Indonesia.

Hello fktv benar-benar karaoke keluarga, bukan tempat karaoke plus-plus. Dengan tidak menyediakan ladies escort (pemandu lagu) dan melarang staff mencari ladies escort dari luar, dan tidak menjual minuman keras, merupakan bukti utama bahwa  Hello fktv  benar-benar merupakan karaoke keluarga yang cocok untuk segala usia dan bagi siapa saja. Kelebihan Hello fktv terletak pada ukuran ruangan/room. Room small dapat menampung 6 orang, room small ditempat lain biasanya hanya bisa untuk 4 atau bahkan 2 orang saja. Room yang lebih besar ini memilik tarif yang sama dengan tempat karaoke lain dengan ukuran room yang sejenis. <Lihat info room rate/tarif>.

tempat karaoke - hello fktv jogja
<Lihat Menu Makanan-Minuman>
Hello fktv beroperasi dari jam 11.00 siang sampai dengan jam 02.00 malam. Pukul 11.00 - 18.00 adalah jam happy hour dengan discount 50% untuk hari Senin sampai dengan Sabtu. Oleh karena itu, tempat karaoke di Jogja ini cocok bagi Anda para mahasiswa, pelajar, karyawan, dan keluarga. Banyak keuntungan jika menjadi member Hello Family Ktv, diantaranya discount 10% food and beverage, voucher free 1 jam untuk karaoke 2 jam, sampai dengan voucher free 2 jam room besar untuk ulang tahun plus dengan kue ulang tahun. <Lihat info promo>.


Jumat, 01 Maret 2013

Pantaskah Ibukota Pindah ke Borneo?

foto banjir jakarta

Layakkah ibukota negara pindah ke Borneo? Ada beberapa alasan dari para pengamat dan para pakar yang patut dipertimbangkan:
  1. Borneo secara langsung berbatasan darat dengan Malaysia. Selama ini, sering terjadi konflik dengan Malaysia di perbatasan. Jika ibukota pindah Borneo akan lebih ketat pengamanan terhadap aset-aset negara seperti hutan, tambang, minyak, dan pulau-pulau sekitar dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Karena selama ini, tangan-tangan hukum pemerintah terbatas dan tidak menjangkau daerah pelosok yang masih menjadi bagian wilayah negara ini.  
  2. Selama ini gue rasa pembangunan masih kurang merata. Pembangunan gedung sekolah saja masih terjadi sentralisasi, apalagi berbicara masalah penegakan hukum dan peningkatan taraf hidup bangsa? Masih jauh untuk menjadi sebuah negara maju. Masa dari tahun ke tahun negara ini selalu menyandang predikat sebagai negara berkembang melulu? Diharapkan konflik-konflik sosial yang selama ini tidak memberikan rasa aman akan reda dengan pindahnya ibukota negara ke Borneo, sehingga beban pemerintahan lebih ringan dan mampu menjalankan perekonomian dan hukum yang berpihak kepada rakyat.
  3. Jadikan Kota Jakarta sebagai pusat bisnis saja tidak merangkap sebagai ibukota negara. Hal ini untuk mengantisipasi laju urbanisasi. Dikalangan masyarakat banyak yang beranggapan bahwa mencari uang di ibukota negara lebih gampang, padahal profesi mereka malah menjadi pengemis, pengamen, gelandangan, dan preman, tinggal di bawah jembatan, bantaran sungai, dan perkampungan kumuh. Masa wajah ibukota negara seperti itu? Akhirnya hal ini menjadi problematika Jokowi dalam memimpin ibukota. Janji Pak Gubernur Jokowi waktu kampanye yang akan membangun rumah susun bagi warga perkampungan kumuh, dan menyetujui upah buruh naik drastis, secara tak langsung akan mengundang urbanisasi; niat masyarakat untuk tinggal di Jakarta semakin besar, karena mereka merasa terakomodasi untuk menetap di Jakarta. Jadi kepada Pak Presiden SBY, solusinya adalah pindah ibukota negara. Biarkan Jakarta sebagai pusat bisnis saja dan biarkan warga asli Jakarta bebas dari beban kemacetan.
  4. Jadikan Borneo de yure sebagai pusat pemerintahan negara dan de facto sebagai pusat konservasi dunia. Tempatkan satu atau dua departemen/kementerian pusat di masing-masing provinsi. Dengan lain perkataan, tempatkan satu kantor pusat kementerian di Jakarta dan sisanya di provinsi-provinsi lain. Hal ini perlu dilakukan guna mendukung pemerataan pembangunan peningkatan taraf hidup di semua sektor. Dan lagi, agar gedung-gedung pencakar langit tidak terakumulasi di Borneo yang langsung tak langsung dapat mengganggu keseimbangan lingkungan dan ekosistem. Memang, permalahannya adalah membutuhkan dana besar untuk pemindahan atau pengalihan kantor-kantor pusat kementerian ini, maka tarik saja uang negara yang telah di korupsi, jangan dibiarkan koruptor bebas untuk tidak mengembalikan uang negara karena sebenarnya itu merupakan uang hak rakyat untuk membangun negara ini.
  5. Pemberlakukan pelat nomor kendaraan genap ganjil dan perbaikan sarana prasarana transportasi gue rasa juga belum mampu mengurai kemacetan di Jakarta. Justru memunculkan oknum nepotisme dan modus korupsi baru. Pindahnya ibukota negara dapat menjadi solusi mengurangi kemacetan Jakarta. Karena tidak lagi semua urusan bisnis, pemerintahan, dan kenegaraan bertumpu di Jakarta. Imbasnya adalah kota-kota besar selain Jakarta dapat menjadi pusat bisnis pula. Kantor-kantor pusat Kementerian yang tersebar di setiap provinsi juga bakal mampu mengakomodir permasalahan langsung di lapangan; efek samping lainnya yaitu para pegawainya tidak lagi berlomba-lomba untuk menduduki jabatan dan tinggal di Jakarta yang sudah penuh sesak.


Senin, 21 Januari 2013

Jokowi, Pantaskah Ibukota Pindah?

foto banjir jakarta


Wacana ibukota negara pindah lokasi sebenarnya sudah mengemuka beberapa tahun silam. Para pakar mengusulkan agar ibukota pindah dari Jakarta. Wacana semakin realitistis saat Jakarta selalu tersandung problematika air bah. Ke depan mungkin dapat bertambah parah, karena air bah datang sudah tak mengenal musim. Ancaman banjir bandang kiriman di musim hujan dan banjir rob di musim kemarau.  


Tanah Jakarta sudah semakin rentan, permukaan tanah makin turun, dan amblesnya akibat beban bangunan-bangunan gedung besar dan berat. Pembangunan hutan kota dan bendungan baru belum dapat mengatasi penyerapan air karena prosentasenya lebih kecil dibandingkan tanah yang di aspal untuk jalan raya maupun halaman yang ditutup paving block. Wacana pindah ibukota patut dijadikan perhatian pemerintahan SBY karena yang mengusulkan adalah para wakil rakyat di daerah.

Banjir besar kali ini menenggelamkan sebagian ibukota negara tempat pemerintahan Gubernur Jokowi & Presiden SBY. Banjir juga memutuskan akses transportasi darat, melumpuhkan perekonominan dan bisnis, mengurangi pendapatan banyak orang, sarana prasarana umum rusak, meninggalkan sampah dan penyakit, serta banyak orang kehilangan tempat tinggal, sanak saudara, dan materi yang tidak sedikit. Butuh biaya tak terduga untuk melakukan perbaikan. Yup, inilah fakta nyata problematika Jokowi diawal menjadi gubernur DKI Jakarta.

Kita tak usah saling menyalahkan. Tak usah menyalahkan masyarakat yang kurang peduli lingkungan karena suka buang sampah sembarangan, atau menyalahkan pemerintahan Jokowi karena salah urus soal kurangnya zona penyerapan air maupun izin pembangunan gedung yang berlebihan. Mungkin musibah ini juga isyarat Tuhan agar ibukota pindah, karena tanah Jakarta juga makhluk Tuhan yang telah melampui batas kemampuannya untuk di eksplotasi manusia. Jadi, dukung ibukota untuk pindah, daripada warga Jakarta selalu dihantui problem banjir.