Tampilkan postingan dengan label Kependudukan dan Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kependudukan dan Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Agustus 2013

Mata pelajaran TIK dan Muatan lokal dihapus pada Kurikulum 2013

Kicauan Wong cilik - Hasil keputusan Menteri pendidikan tentang Kurikulum 2013 yang menyatakan bahwa salah satu mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK)  akan di hilangkan dari daftar Mata pelajaran. Hal ini menimbulkan beberapa kontroversi di kalangan tenaga pengajar di bidang TIK itu sendiri.Nasib tenaga pengajar TIK yang sudah tersertifikasi sekarang berada dalam ambang ketidak pastian.

Sekarang yang jadi pertanyaan kita adalah, Mengapa mata pelajaran TIK di hilangkan?
Banyak sumber yang berbicara dan memberikan alasan bahwa  
"Anak-anak peserta didik sudah bisa mengoperasikan komputer bahkan sejak usia dini."
Apakah sepenuhnya benar pernyataan tersebut. Kita menoleh kepada kenyataan, hanya sebagian kecil saja anak yang bisa mengoperasikan komputer di Indonesia, hanya kalangan atau masyarakat tertentu saja anak-anak kalangan orang mampu dan fasilitas di sekolahnya misalnya.

Dari berbagai survei di berbagai daerah di Indonesia, banyak anak yang tidak tahu tentang Komputer, Tidak bisa cara menghidupkannya bahkan tidak pernah melihat salah satu teknologi perambah Dunia itu.
Dari pelatihan pengembangan ICT, dapat di simpulkan bahwa semua badan pendidikan dari segala jenjang di harapkan sudah bisa berubah dari sistem pengajaran manual menjadi sistem komputerisasi di semua aspek pengajaran sekolah, mulai dari sistem Penerimaan Peserta Didik baru online, dalam kegiatan belajar mengajar bisa dimana saja dan dalam kondisi apa saja dengan memanfaatkan media online, sampai semua aktifitas kegiatan siswa dan guru harus tercantum secara online di website utama sekolah.

Saya sangat pro dengan sistem pengajaran Komputerisasi  tersebut,karena bisa memperingan,mempercepat,menpersingat proses pembelajaran. Peserta didik tidak harus banyak membawa peralatan sekolah yang berat,pengerjaan tugas yang harus banyak menulis sampai berlembar-lembar dan Fakta sekarang :
"Peserta didik malas untuk mengerjakan tugas karena sistem pembelajaran yang membuat siswa Jenuh dan terkesan membosankan, dan itulah masalah besar Calon generasi penerus bangsa ini".
Metode yang lebih mengena adalah dengan cara ekstra kulikuler pengembangan talenta sesuai bakat perserta didik dan mereka yang memilih.Jadi peserta didik merasa nyaman dengan pilihannya tersebut dan sudah pasti dia sukai, faktor tersebut akan menetaskan telur-telur penerus generasi bangsa.

Muatan lokal di hilangkan, nah yang ini benar-benar tidak mengerti saya, mengapa muatan lokal seperti baasa daerah di hilangkan??? meskipun setiap warga dari daerah tertentu sudah bisa berbahasa daerahnya tetapi apakah harus pelajaran bahasa daerah di hapus?

Masuknya budaya-budaya luar adalah Faktor terbesar campur aduknya Budaya indonesia yang semakin terkikis tergerus budaya Barat. Begitu juga bahasa daerah sudah banyak dikalangan remaja yang berbahasa daerah campur bahasa luar. Bahasa orang dikuasai bahasa nenek moyang hanya sekedar bicara.
Sangat disayangkan.

Rabu, 31 Juli 2013

Pembentukan Generasi Emas untuk Indonesia di masa depan


Description: C:\Users\Synegare Master\Pictures\Ironi-Indonesia.pngKicaun Wong Cilik – Pembentukan generasi  emas yang gemilang di masa depan untuk Indonesia, Indonesia sangat membutuhkan generasi penerus yang bisa memutar balikan keburukan Moral saat ini menjadi gemilang di masa depan. Siapa yang harus bertanggung jawab atas banyaknya pembunuhan, tawuran, pemerkosaan, pencabulan, perjualan manusia dan Fakta sosial yang ada di Indonesia saat ini? Apakah yang akan terjadi dimasa depan dengan Indonesia? Menjadi  negara Komunis kah? Kebodohan internal(Nurani dan Agama) akankah yang semua itu akan menimbulkan kehancuran di Negeri ini. Bagaimana nasib anak-anak yang tidak mendapatkan hak mereka untuk mengecap Pendidikan yang layak? Akan jadi apa mereka nanti? Akan seperti apa mereka nanti? . Ironi memang, di Negeri kita yang konon Negeri Surga katanya.

Sayup-sayup mata malang menatap langit di pinggiran Kota-kota besar pusat perekonomian daerah di Indonesia,mengharap rasa iba bagi siapa pun yang memandangnya. Mengisahkan sebuah gambaran buruknya pemerataan pendidikan di Indonesia. Kenapa pendidikan? , karena jika pemerintah memberi kesempatan masyarakat pinggiran untuk mengenyang pendidikan yang layak dan mampu untuk membekali diri untuk merambah di masa depan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifGDGVsvlPTfRgpNpOgXKK3lNZzN5-P83zIRB-KGF92m06_T2lzvZYH45W0_-sj0JG7jsvzyQWQYQjVZ7E6U8s3GmuSrMCEjLh6vZCt5uCoTVL_6lO35llAYo_vWcu-b7uwkVnaXYSPdjx/s1600/Garuda.pngPemukiman kumuh di pinggiran Kota Metropolitan  dan Urbanisasi misalnya, menimbulkan kepadatan yang  setiap tahunnya meningkat. Dengan alasan mencari penghidupan yang lebih baik, mereka pindah ke kota dengan segelintir keahlian. Sebagian besar anak-anak dari sebuah keluarga pemulung tidak pernah merasakan yang namanya pendidikan. Hal itu salah satunya yang membuat Negeri kita ini semakin terpuruk dan Generasi penerus bangsa yang tidak berpendidikan.  

Dhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixrK0ce_wdTjVwZWzqi8BGjdpdKxneMSGRyPJs3x6fGI-pquKnRewK3NxcIodhalGimi8m-UYfvtD8EWF__ZIT1wM34YJCQ3zmoYH8iaR-P4Rwnmpjtbup1d_VlXKRlkcdnTw49znbzU4g/s1600/Ironi.png

Kicaun Wong Cilik akan mengulas strategi pembentukan Generasi yang Gemilang untuk Indonesia di masa depan di bidang teknologi dan pendidikan.

1. Pemfasilitasan sekolah gratis untuk golongan  bawah
Seperti sekolah Swasta gratis yang bekerja sama dengan lembaga pendidikan negara . Yang sudah kita ketahui sekolah yang bernama “Sekolah Master” singkatan dari sekolah Masjid – Terminal di Kota Depok.

2. Teknisi pelatihan Teknologi ke tempat-tempat pemukiman masyarakat miskin untuk anak-anak.
Pelatihan ini mencakup segala macam pelatihan di bidang Teknologi seperti: Pelatihan pengoperasian Komputer, Kemajuan teknologi Elektronik, Otomotif dll yang disertai dengan pemotivasian agar si anak merasa bangga menjadi Anak Indonesia dan optimis untuk menggenggam Dunia di masa yang akan datang.

3.  Penyulihan orang tua anak agar mengetahui betapa pentingnya pendidikan untuk anak mereka.
Sebagian besar dari masyarakat miskin beranggapan bahwa pendidikan tidak terlalu di perlukan untuk mendapatkan penghasilan untuk kehidupan sehari-hari. Jika sekolah gratis sudah terwujud maka si anak disarankan untuk menunutut Ilmu dan mendapatkan haknya untuk mendapat pendidikan.

4. Beasiswa anak dengan Prestasi dan Talenta tinggi.
Untuk membentuk generasi emas dari semua kalangan masyarakat dibutuhkan pemerataan hak pendidikan.

5. Pembukaan lapangan pekerjaan Masal yang akan memajukan perekonomian Indonesia.
Majunya suatu Negara tergantung dari pengisinya/penduduknya. Kita manusia sebagai pengatur keseimbangan kehidupan di Dunia yang disertai dengan Ibadah dan Agama harus bisa mejaga dan memberi hak kepada setiap manusia.

Untuk sahabatku yang kurang beruntung, jagalah tanah kita ini dan bangunlah kesejahteraan di Bumi Pertiwi ini dengan Kegemilangan generasi penerus yang berwawasan dan beragama.