Albarnation |Putus Atau Lanjut. Postingan ini saya ambil dari Facebook Mario Teguh yang berjudul Pustus Atau Lanjut ( Dikisah ini Mario Teguh bertanya bagaimana jika ini yang terjadi dengan kita ). Apakah kita akan Mengambil sebuah keputusan lanjut atau putus. Itu semua terserah kita.
Saya sangat tertarik dengan cerita yang di share oleh beliau. Setelah saya membaca kisah ini, sejenak saya membaca komentar dari pengunjung setia fans page beliau dan mendapatkan sebuah komentar yang sangat menarik. Berikut saya Share apa yang di berikan oleh Oleh mario teguh ( Fiksi ) dan salah satu Komentar dari Pengunjung ( Nyata ).
Dari Mario Teguh :
Seorang pria sangat mencintai seorang wanita, yang juga sangat mencintainya. Beberapa bulan menjelang pesta pernikahan, sang wanita mengutarakan bahwa dia tidak ingin memiliki anak, karena dua alasan utama:
- Khawatir bahwa kehamilan dan proses melahirkan akan mengubah bentuk badannya.
- Tidak suka dengan kerepotan merawat bayi dan memperhatikan pertumbuhannya sampai ke masa dewasa. Sang laki-laki sangat terpukul hatinya, karena dia ingin sekali mendapatkan anak-anak dari calon istrinya yang sangat dicintainya itu, dan Ibu dan Ayahnya sudah lama merindukan cucu dari sang laki-laki.
Saat sang calon suami bertanya tentang kemungkinan mengambil anak, sang wanita menolak karena akan sama merepotkannya dengan alasan kedua-nya.
Apa Anjuran Anda?
PUTUS atau LANJUT? – Apa alasan Anda?
Berikut Komentar Dari Purwanti Rahayu :
Saya adalah wanita spt itu saat bertemu calon suami saya. Tak sedikitpun calon suami saya ber komentar dan membiarkan saja semuanya. Bahkan berkata, apapun itu, selama kamu bahagia. Tak masalah.
Setelah menikah, saya hamil 4 th kemudian. Setiap melihat cermin saya bingung dg bentuk badan saya. Setiap saat pula suami saya memuji tiada henti, memeluk & menghadiahi pakaian hamil yg cantik2.
Saat itu saya cemas, krn dulunya tak ingin punya anak, saya takut tak bisa memberi yg terbaik. Sehingga selama hamil & setelah bayi cantik kami lahir saya sibuk membaca segala buku ttg bayi & anak. Juga mengikuti byk parenting class dan memperdalam agama utk bisa jadi konsultan utama bagi anak saya.
Usia perkawinan saya sekarang 23 th, anak kami 2 org & yg besar telah berusia 18 th. Dengan senang hati saya berbagi, bahwa saya sering terharu dengan kata2 anak saya, bahwa dia ingin bisa mendidik anaknya spt yg saya lakukan padanya.
Ternyata bukan saya penyebabnya. Tapi cinta suami saya telah merubah hidup saya sepenuhnya. Saya menjadi ibu yg sepenuhnya hidup untuk anak & suami karena cinta seorang laki2, yg tak banyak menuntut, namun memberi contoh ttg arti cinta. Alhamdullilah.
Sebuah alasan kenapa saya sangat menikmati kisah ini. Saya sangat kagum kepada suami dari purwanti rahayu. Semoga menjadi pelajaran kepada kita. Sungguh. Hanya Cinta Yang Tulus Yang Dapat Meresapi Jiwa dan Perasaan +Albarnation

Tidak ada komentar:
Posting Komentar